Wednesday, January 12, 2011

Semester 2 (Tahun 1)


Huhuhu.Sem baru menjengah kembali..Tiada apa yang baru sebenarnya.Seperti biasa pendaftaran kursus secara online, pemilihan kumpulan dan sebagainya mengisi minggu pertama .Bukan itu 'objektif' post ini sebenarnya,cuma terdapat beberapa persoalan pokok yang bermain di fikiran ini antaranya,

1) Mampukah sikap istiqamah itu dikekalkan dan dibaiki?
2) Sejauh mana tahap peningkatan produktiviti ke arah menjadikan diri berguna terhadap
masyarakat , agama, dan negara secara amnya?
3) Apakah strategi yang sesuai digunakan bagi 'menyempurnakan' subjek2 semester ini?

Semua persoalan ini hanyalah secebis daripada hati kecil ini.Sentiasa meronta-ronta mahu melakukan sesuatu yang sewajarnya namun disebabkan :Nafsu Itu: pelbagai perkara yang dirancang tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya .Namun , sebagai manusia dan hamba kepada Allah, sepatutnya menjadikan Islam sebagai cara hidup dan bukan simbol semata-mata.Seperti kata pensyarah TiTAS, janganlah manusia itu melihat kepada penganut agama tertentu namun lihatlah kepada nilai,hukum-hakam,sifat yang ada pada agama itu.

Saturday, January 8, 2011

Peluang Ke Berapa Kali


Kehidupan dunia yang sementara ini menuntut pengorbanan yang tidak terhingga kepada penciptaNya.Tanggungjawab seorang insan yang dijadikan oleh Allah ,Tuhan Sekalian Alam adalah untuk menjadi khalifah dimuka bumi dan beribadah kepadanya.Namun, umum mengetahui godaan dunia cukup berat untuk ditanggung.Ia menuntut kesabaran yang tinggi dalam memenuhi tuntutan melaksanakan segala perintah DAN meninggalkan laranganNya.Inilah yang memerlukan kita sentiasa beristiqamah.Sukar sebenarnya untuk melakukan sesuatu perkara dengan konsisten dan tetap.Jadi, kita sepatutnya sentiasa bermuhasabah diri dan menilai kembali apa maksiat(dosa) yang kita lakukan sepanjang kehidupan ini.Kita perlu menyedari betapa singkatnya hidup ni.Janganlah mudah berputus asa dengan rahmat Allah.Insyallah ganjaran yang amat besar menanti kita di sana.

* segala nukilan adalah untuk pengajaran diri sendiri dan siapa yang mahu mengambilnya

Wednesday, January 5, 2011

Memanjangkan Nyawa

'Aku tidak tidur pada malam hari,bimbang urusanku dengan Allah tidak selesai.Aku juga tidak tidur pada siang hari takut urusanku dengan manusia tidak selesai'.

Sayidina Umar al-Khattab

Friday, October 1, 2010

Ten English Camp








hurm, i dont know how to describe this camp which was held at Hutan Ayer Hitam,pUChOng!
But it's really surprising in terms of unique,impressive and remarkable

some pics here uploaded!!!

The NEP and non-Bumiputera succces


1st of all. i would like to take this opportunity to say Selamat Hari Raya Aidilfitri to all muslims especially in this beloved country.As a multiracial country, we should live happily and peacefully as what our Prime Minister has launched One Malaysia.However,regarding on what has happened now, we could see some of them were not satisfied with the division of 'economic's cake' throughout all level of community.Hurm,it's not often that a Chinese or Indian businessman comes out in the open to admit that non-Bumiputera businessman have not lost out because of the New Economic Policy (NEP).This was proven when real estate and construction tycoon Tan Sri Liew Kee Sin of SP Setia said that Malaysian Chinese had fared well under 'pro-bumiputera policies',he was truthful!!

here are some evidences

1) More Chinese-controlled firms than Bumiputera companies on Bursa Malaysia
- according to Forbes, Chinese-controlled companies account for 37% of market capitalisation among the top-100 Malaysian-listed companies compared to the Bumiputera equity of 7%.

2) Chinese individuals also control 73% of the wealth owned by the top 40 richest Malaysians and make up 8 of the top 10 richest Malaysians.

3) Chinese SME had done very well too,and their owners could even afford to buy the multi million ringgit bungalows built by his company.

He was being brave too for saying so at the Malaysian Chinese Association-Organised Chinese Economic Congress.His puncturing of the Chinese community's complaints that had been treated UNFAIRLY by the Government.This issue actually emerges when many of his peers are casting doubt on Prime Minister Datuk Seri Mohd Najib Abdul Razak 'New Economic Model".Liew also argued that the increased presence of government-linked companies (GLC's) in the market meant that chinese business would soon have no choice but to tap into Malay expertise and funds if they wished to increase revenues in the future.Basically ,i like with his statement said that 'Are we prepared to be a small fish in a big market or the big fish in small market".In economy, competitiveness is very crucial to boost the economy macro to higher level.This is because when a firm operates in big market and high productivity ,their revenues will go up .This will result higher increase in real GDP because domestic investment is one of the component in aggreagate expenditure.

Hopefully, non-bumiputere especially Chinese community must understand bumiputera'right as it is guaranteed in constitution!!!!!

Saturday, September 18, 2010

When?

i dont know to tell who? but i think my problem cant be solved easily,erm..Ya Allah, u know what my 'heart' said..pls..help me to ignore this 'feeling'."it' really make me in unstable condition.only 'u ' knows.hUrm.

Friday, September 17, 2010

Cuba bersikap OPTIMIS !!

Sebagai kunang2 kecil dibawah sana, saya melahirkan rasa kekecewaan terhadap 'seorang' ni. Bukan mahu mengata tetapi sebagai rakyat Malaysia yang lahir di tanah bumi tercinta ini, sewjaranya perlulah tahu tidak semua perkara yang dilakukan kerajaan semuanya salah.Saya bersikap neutral dan mengambil kira semua pendapat yang dirasakan baik untuk negara tercinta ini.Cuba bayangkan apabila dalam blog nya megatakan Malaysia bakal menjadi negara seperti negara2 yang paling kurang membangun di rantau ini..Bukan nak ketawa, tp saya kira rakyat Malaysia pun tahu menilai mana yang auta berbanding fakta..Hurm..kalau demi politik pun janganlah dijaja keburukan negara sendiri.Ingatlah, sesungguhnya setiap usaha murni kerajaan jangan di pandang enteng